Selasa, 17 Desember 2019 16:39

Baharudin: Keterlibatan ASN di dunia nyata maupun dunia maya masih tinggi

dari kiri Asisten 1 Sekda Kabupaten Sumba Barat Imanuel Mesak Ani dan Anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Papi P. Djurumana dari kiri Asisten 1 Sekda Kabupaten Sumba Barat Imanuel Mesak Ani dan Anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah dan Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat Papi P. Djurumana

SUMBA BARAT-Netralitas Aparatur Sipil Negara merupakan salah satu sasaran pencegahan dan pengawasan Bawaslu pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala daerah. Dalam rangka pencegahan, Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bagi ASN di Kabupaten Sumba Barat bertempat di Wisma Manda Elu, Jumat ( 13/12/19).

 Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota Bawaslu Provinsi NTT Baharudin Hamzah, Asisten 1 Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat Imanuel Mesak Ani, Kasatreskrim Polres Sumba Barat Iptu Jimmy Oktovianus Noke beserta jajaran ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat. Para peserta yang hadir terdiri dari ASN, Polri dan TNI.

Baharudin Hamzah pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa keterlibatan ASN baik melalui dunia nyata maupun dunia maya masih cukup tinggi. Menurut hasil pengawasan masih banyak ASN yang merangkap menjadi politisi maupun penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan politik.

 Pria yang juga koordinator divisi SDM dan Organisasi Bawaslu NTT tersebut berharap meskipun ada calon petahana, ASN harus tetap bekerja secara professional. “ASN harus taat kepada struktur bukan orang, jangan sampai ASN menggadaikan jabatannya demi kepentingan politik” jelas Bahar

Kegiatan ini sekaligus mengingatkan ASN, bahwa Bawaslu siap mengawasi dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa. “Bawaslu merupakan penyelenggara pemilu yang memiliki jajaran pengawas dari tingkat provinsi sampai ke tingkat desa,” tegasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Asisten 1 Sekda Kabupaten Sumba Barat Imanuel Mesakani. menurut Imanuel, ASN diharapkan mengikuti ketentuan UU tentang ASN, Peraturan Pemerintah tentang Kode Etik, Peraturan tentang disiplin PNS.

Adapun beberapa larangan bagi ASN yakni menghadiri deklarasi pengurus partai dengan alasan apapun, ikut serta sebagai panitia / pelaksana kampanye, mengikuti kampanye dengan memakai atribut / seragam ASN, ikut kampanye dengan menggunakan fasilitas Negara, menghadiri acara parpol, ASN juga dilarang melakukan kegiatan / perbuatan yang dilakukan untuk menarik masyarakat memilih paslon tertentu.

 

 

 

 

 

Silvester Sili Teka, S.IP

Author :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Hubungi Kami

Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jalan Sam Ratulangi No.25a
Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Phone : (0380) 8430092

Website : bawaslu-ntt.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Statistik Kunjungan

3.png0.png1.png0.png2.png0.png
Hari ini27
Minggu ini 961
Bulan ini701
Total Kunjungan301020