Senin, 22 Januari 2018 09:20

Bawaslu NTT awasi ‘Coklit’ serentak

Anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah  mengawasi langsung kegiatan Coklit pemutahiran daftar Pemilih di kediaman Pertus Arkian TPS 05 Kelurahan Penfui Sabtu (20/1) didampingi anggota Panwaslu Kota Kupang Ady Nange (foto/dok) Anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah mengawasi langsung kegiatan Coklit pemutahiran daftar Pemilih di kediaman Pertus Arkian TPS 05 Kelurahan Penfui Sabtu (20/1) didampingi anggota Panwaslu Kota Kupang Ady Nange (foto/dok)

KUPANG- Jajaran Bawaslu NTT sampai ke tingkat PPL di 22 Kabupaten/kota  melakukan pengawasan melekat kegiatan Pencocokan dan penelitian (coklit) pemutahiran daftar Pemiih yang digelar serentak Sabtu (20/1). Di Kupang, anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah melakukan supervisi dan monitoring kegiatan coklit di  TPS 05 Kelurahan Penfui di kediaman warga Petrus Arkian warga RT/RW 11/05 didampingi anggota Panwaslu Kota Kupang Ady Nange, anggota KPU Kota Kupang Daniel Ratu serta PPDP TPS 05 kelurahan Penfui.

Selain itu itu Bawaslu NTT juga melakukan Inspeksi mendadak di Serketariat Panwascam Oebobo  Kota Kupang untuk memastikan jajaran Panwas kecamatan dan PPL mengawasi kegiatan Coklit, sekaligus memberikan penguatan kelembagaan dan tugas- tugas pengawasan.  Selain itu anggota Bawaslu NTT Jemris Fointuna melakukan supervise dan monitoring pengawasan coklit serentak di Kabupaten Malaka.

Anggota Panwaslu Kota Kupang Ady Nange yang mendampingi PPDP melakukan coklit di beberapa rumah diwilayah kecamatan Maulafa menjelaskan, berdasarkan hasil coklit hari pertama, Panwaslu Kota Kupang menemukan beberapa fakta penting, diantaranya data pemilih Model A KWK tidak sesuai dengan data DP4 pemilu Walikota Kupang 2017 lalu. “ ada satu rumah tangga yang pada Pilkada Kota Kupang 2017 lalu, ada namanya dalam DPT dan ternyata saat coklit data pemilih Model A ada nama yang hilang, sehingga PPDP harus mendaftar kembali warga tersebut dalam formulir Model AA KWK sebagai pemilih baru.” Jelas Ady.

Lebih lanjut  dia menjelaskan, untuk merespon keluhan warga Kota Kupang yang tidak terdaftar oleh PPDP, Panwaslu Kota Kupang akan membuka Posko Pengaduan Coklit di kantor Panwaslu Kota Kupang dan Panwas kecamatan, Posko tersebut diharapkan sebagai media bagi warga yang akan menyampaikan keluhan dan laporan terkait proses coklit data pemilih. “ Kita akan buka posko pengaduan Coklit bagi warga yang mengeluhkan soal coklit ini mulai dari belum terdaftar, perlakukan petugas yang diskriminatif dan lainnya, ini inovasi pengawasan yang kita desain untuk merespon harapan publik.” Tegas Ady yang juga mantan aktivis LSM  ini.           

Sementara itu berdasarkan laporan yang disampaikan dari 22 Kabupaten/Kota, kegiatan Coklit ditingkat Kabupaten dilaksanakan setrentak 20 Januari 2018 bersama Panwas kecamatan, dan PPL. Dilaporkan, ada PPDP yang mencoklit lima rumah penduduk sesuai Instruksi KPU untuk hari pertama, namun ada sebagian kabupaten yang PPDP bersama PPL melakukan coklit melebihi lima rumah. Selain itu, jumlah PPDP yang direkrut KPU masih bersesuaian dengan PKPU Nomor 2 tahun 2017.   Kegiatan Coklit pemutahiran daftar pemilih untuk pemilu  serentak berlangsung sampai 18 Pebruari 2018 mendatang. Warga Negara yang sudah mempunyai hak pilih diingatkan untuk memastikan terdaftar dalam daftar pemilih tetap. (din)

Baharudin Hamzah,M.Si

Author :

Anggota Bawaslu NTT Kordiv Organisasi dan SDM 

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Hubungi Kami

Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jalan Sam Ratulangi No.25a
Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Phone : (0380) 8430092

Website : bawaslu-ntt.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Statistik Kunjungan

1.png1.png4.png7.png8.png6.png
Hari ini32
Minggu ini 1672
Bulan ini7623
Total Kunjungan114786