Jumat, 29 Desember 2017 13:13

Bawaslu NTT gelar FGD Evaluasi Pilkada 2017

Para Peserta berfoto bersama usai kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Evaluasi Pilkada serentak tahun 2017 di Hotel Sasando Kamis (28/12).(Foto/Naldi)   Para Peserta berfoto bersama usai kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Evaluasi Pilkada serentak tahun 2017 di Hotel Sasando Kamis (28/12).(Foto/Naldi)

KUPANG- Badan Pengawas Pemilu Provinsi NTT melalui divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Kamis (27/12) menggelar kegiatan Focus Group Discucion (FGD) dalam rangka evauasi kegiatan Pemilihan  Kepala Daerah serentak di tiga Kabupaten di NTT yang digelar tahun 2017 lalu. 

Tiga Kabupaten/Kota itu yakni Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Kota Kupang. Kegiatan FGD yang digelar di Hotel Sasando itu menghadirkan para akademisi, LSM Pegiat Pemilu, Pimpian media cetak, Organisasi Kepemudaan, Pemerintah Daerah dan Unsur Kepolisian dan Kominda.  Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Bawaslu NTT Thomas Mauritius Djawa, anggota Bawaslu NTT Jemris Fointuna dan Baharudin Hamzah, dan moderator Dr.Khalid Kasim Moenardy, M.Si dari Fisip Undana Kupang.

Para peserta FGD menyoroti berbagai persoalan yang terjadi selama proses pemilihan serentak di tiga Kabupaten itu mulai dari isu Money Politik, pengerahan dan netralitas ASN dan penyelengara pemilu, masalah regulasi dan tahapan yang rentan timbul masalah seperti pencalolan, pemutahiran data Pemilih, Kampanye, masa tenang dan pungut hitung serta rekapitulasi. Ketua Bawaslu NTT Thomas Djawa berharap, para peserta memberikan masukan dan catatan-catatan kritis terhadap penyelengara pemilu terutama Bawaslu NTT dan seluruh jajaranya. masukan, kritik dan catatan-catatan itu menjadi penting bagi Bawaslu NTT untuk mengevaluasi kinerjanya dalam rangka perbaikan agar kualitas demokrasi di NTT dalam pemilihan serentak akan menjadi lebih baik, terutama menghadapi pemilihan serentak kepala daerah di 10 kabupaten, Pemilihan Gubernur serta ppemilu legislatif dan pemilu presiden. Anggota Bawaslu NTT Jemris Fointuna dalam paparan singkatnya juga menguraikan berbagai persoalan yang terjadi selama tahapan pemilihan di tiga kabupaten, termasuk tindak pidana pemilu yang terjadi di Kabupaten Flotim dan perbedaan tafsiran soal incumbent di kabupaten Lembata. Para peserta berharap, catatan-catatan kritis yang disampaikan dalam FGD tersebut menjadi perhatian bagi Bawaslu NTT dan jajarannya dalam melakukan pengawasan agar kualitas demokrasi di NTT kedepan menjadi lebih baik. (din)     

Baharudin Hamzah,M.Si

Author :

Anggota Bawaslu NTT Kordiv Organisasi dan SDM 

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Hubungi Kami

Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jalan Sam Ratulangi No.25a
Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Phone : (0380) 8430092

Website : bawaslu-ntt.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Statistik Kunjungan

8.png0.png9.png4.png4.png
Hari ini72
Minggu ini 401
Bulan ini2420
Total Kunjungan80944