Rabu, 10 Oktober 2018 12:54

Koordinasi Persiapan Pemilu 2019, Bawaslu NTT bertemu Kajati dan Kapolda NTT

Jajaran Komisioner Bawaslu NTT danKepala Kejaksaan Tinggi NTT berfoto bersama usai pertemuan Koordinasi Rabu (10/10) di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT  Jajaran Komisioner Bawaslu NTT danKepala Kejaksaan Tinggi NTT berfoto bersama usai pertemuan Koordinasi Rabu (10/10) di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT

 

KUPANG-BawasluNTT  Untuk memastikan pengawasan tahapan pemilu 2019, jajaran Bawaslu NTT Rabu (10/10) bersilaturrahmi dan bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Febrie Adriansyah,SH,MH dan Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman. Pertemuan silaturrahmi dan koordinasi itu dipimpin Ketua Bawaslu NTT Thomas Mauritius Djawa, anggota Bawaslu NTT Baharudin Hamzah, Melpi Marpaung, Noldi Taduhungu dan Jemris Fointuna serta di dampingi Kepala Sekretariat bawaslu NTT Ignasius Jani.

                Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kejaksaan tinggi itu, Ketua bawaslu NTT menyampaikan kesiapan Bawaslu NTT dalam mengawal seluruh tahapan pemilu legislatif 2019 di NTT, sekaligus berkaitan dengan eksistensi Sentra Penegakan Hukum  Terpadu (Sentra Gakumdu) yang ada unsur Kejaksaan dan Kepolisian untuk  menjalankan tugas-tugas pengawasan, pencegahan dan penindakan hukum, terutama berkaitan dengan penanganan pelanggaran dugaan tindak pidana pemilu.Thomas berharap sinergitas terus terbangun antara Bawaslu NTT dan Kejaksaan tinggi NTT dan kabupaten/Kota dalam tugas-tugas penindakan dugaan pelanggaran pidana pemilu. Ia berharap dengan mengedepankan pencegahan, koordinasi dan silaturrahmi dengan stakeholder pemilu, penindakan pelanggaran baik administrasi maupun pidana bisa ditekan. Menurut Thomas, kampanye dengan interval waktu yang panjang sangat  berpotensi terjadi pelanggaran termasuk pidana pemilu, karena itu ia berharap dukungan dan kerja sama jajaran kejaksaan dalam wadah sentra Gakumdu terbangun dengan baik, memiliki pemahaman yang sama agar proses penindakan dapat berjalan dengan baik.

                Selain soal kampanye, juga disampaikan terkait Indeks Kerawanan Pemilu2019  hasil penelitian Bawaslu  juga diharapkan menjadi ‘peringatan dini’ untuk semua pihak dengan caranya ,masing-masing melakukan pencegahan agar angka kerawanan itu bisa diminimalisir.

                Sementara  Itu Kepala kejaksaan tinggi NTT Febrie memberikan apresiasi dan menyampaikan dukungan untuk pelaksanaan tugas Bawaslu di sentra Gakumdu terkait sumber daya Jaksa yang udah disiapkan. Karena menurut Febrie, dengan mengedepankan pencegahan angka penindakan pelanggaran harus dapat bisa dicegah sehingga tidak menimbulkan gesekan ditengah masyarakat. Ia juga menyatakan baik Kejaksaan tinggi maupun Kejaksaan negeri di NTT sudah siap mengawal  pemilu dengan menjadi penuntut di Sentra Gakumdu.

Polda NTT siap amankan   

                Selain Kepala kejaksaan Tinggi, Bawaslu NTT juga Rabu (10/10) bersilaturrahmi dan bertemu Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman bersama jajaran Direktur diruang kerjanya. Dalam pertemuan itu Ketua Bawaslu NTT Thomas Mauritius Djawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda NTT dan jajarannya yang telah sukses mengamankan tahapan pilkada 2018 di NTT termasuk Bawaslu di Provinsi dan kabupaten/Kota. Selain itu peran Polda dalam Sentra Gakumdu  pemilihan juga sangat maksimal dan ada dua kasus tindak pidana pemilihan yang dapat diselesaikan sampai ke Pengadilan dan sudah ada putusan inkrah yakni pidana pemilu di Kabupaten Nagekeo  dan Pemalsuan dokumen dukungan di Kabupaten Kupang. Thomas berharap dukungan dan kerja sama tersebut terus ditingkatkan terutama dalam pengamanan dan pengawasan tahapan pemilu 2019 yang saat ini memasuki masa kampanye.

            Disisi lain menurut Thomas, hasil survei Bawaslu RI NTT termasuk  daerah dengan tingkat kerawanan tinggi, sehingga hasil IKP tersebut diharapkan menjadi data acuan bagi para pihak termasuk polda NTT untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan. Termasuk jajaran Bawaslu di kabupaten dan Kota. Selain itu dibahas juga tentang pengamanan PSU di TTS tanggal 20 Oktober 2018 yang tingkat kerawanan tinggi karena potensi perubahan kemenangan calon bisa berubah.

                Sementara itu Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman dalam kesempatan tersebut mengatakan, jajaran polri termasuk di Polda NTT sudah siap mengamankan pemilu 2019 dan PSU di kabupaten TTS, kesiapan tersebut baik dari sumber daya manusia, juga peralatan pendukung untuk memback up. Menurut Kapolda, pengamanan PSU di TTS tidak hanya dari Polres TTS, tetapi juga dari Polda NTT dan Polres terdekat. Ia memastikan, seluruh tahapan PSU di TTS dalam pengawalan aparat Kepolisian. Termasuk pengaman di kantor Bawaslu dan KPU setempat. Bahkan untuk pemilu 2019 selain pengamanan kantor penyelenggara pemilu, pengamanan juga akan diberlakukan kepada komisioner baik Bawaslu maupun KPU di semua tingkatan, apalagi yang mendapat tekanan dan ancaman. “ kami siap mengamakan pemilu 2019 dan PSU di TTS, bahkan selain kantor, kami juga siap mengamankan penyelenggara pemilu Komisioner Bawaslu dan KPU, jadi kalau ada yang rasa tidak nyaman dan diancam silahkan telepon, kita beri pengamanan. “ tegas Erizman.   Seraya berharap, koordinasi terus dibangun untuk saling berdiskusi tentang tugas dan fungsi masing-masing. (din) 

Baharudin Hamzah,M.Si

Author :

Anggota Bawaslu NTT Kordiv Organisasi dan SDM 

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Hubungi Kami

Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jalan Sam Ratulangi No.25a
Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Phone : (0380) 8430092

Website : bawaslu-ntt.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Statistik Kunjungan

1.png3.png6.png2.png1.png6.png
Hari ini39
Minggu ini 688
Bulan ini2731
Total Kunjungan136216