Rabu, 14 Februari 2018 15:08

Paslon Gubernur NTT berkomitmen bertarung tanpa Politik Uang dan Sara

Empat Pasangan Calon Gubernur menyampaikan Komitmen Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara dan Bertarung secara Profesional dalam Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara yang digelar Bawaslu NTT Rabu (14/2) di Hotel Swiss Berlin Kristal (dok) Empat Pasangan Calon Gubernur menyampaikan Komitmen Tolak Politik Uang dan Politisasi Sara dan Bertarung secara Profesional dalam Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara yang digelar Bawaslu NTT Rabu (14/2) di Hotel Swiss Berlin Kristal (dok)

KUPANG, Empat Pasangan Calon Gubernur NTT berkomitmen untuk bertarung secara fair tanpa politik uang dan politisasi SARA dalam hajatan Pemilihan Gubernur NTT  periode 2018-2022. Ikrar sekaligus komitmen bersama itu disampaikan saat membacakan deklarasi Tolak dan lawan Politik Uang dan Sara  yang digelar Bawaslu NTT di Hotel Swiss Berlin Kristal Kupang Rabu (14/2). Kegiatan Deklarasi tolak dan lawan politik uang dan Sara itu digelar secara  Nasional serentak  di seluruh Indonesia sampai ditingkat Panwaslu Kabupaten/Kota.   

Keempat Pasangan calon gubernur yang hadir adalah  Ir. Esthon L Foenay,M.Si dan Drs.Cristian Rotok yang diusung Partai Gerinda dan Partai Amanat Nasional,  Marianus SaE  dan Emilia Nomleni diwakili  Emilia Nomleni yang diusung PDIP dan PKB, pasangan  Dr.Benny K.Harman dan Benny Litelnoni yang diusung Partai Demokrat,PKPI dan PKS, serta pasangan Victor Bungtilu Laiskodat dan Joseph Naesoi yang diusung Partai Nasdem, Golkar dan Hanura.

Ketua Bawaslu NTT Thomas Mauritius Djawa dalam sambutannya menegaskan, kegiatan deklarasi tolak dan lawan Politik uang dan Sara diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka, terutama bagi pasangan calon dan partai pengusung serta tim kampanye serta masa pendukung. Deklarasi tersebut hendaknya dimaknai sebagai komitmen bersama untuk berkompetisi secara electoral dalam kontestasi Pilgub untuk meraih kemenangan secara terhormat tanpa politik uang dan politisasi sara. Karena politik uang akan melahirkan pemimpin yang korupsi yang hanya menjadi beban bagi pembangunan dan racun bagi keberlangsungan konsolidasi demokrasi. Sedangkan politisasi sara akan menghancurkan tatanan hubungan sosial, kekeluargaan yang selama ini lahir dan tumbuh alamiah dalam semangat keberagaman. Selain itu ia berharap Paslon dan tim kampanye taat terhadap semua aturan.

Sementara itu ketua KPU NTT Maryanti Luturmas dalam sambutannya mengajak pasangan calon dan tim kampanye agar bertarung secara professional, menang dengan terhormat tanpa menjatuhkan, dan kalah terhormat tanpa cela. Menurut Maryanti, politisasi sara akan merusak hubungan kekerabatana dan kekeluargaan yang berbeda pilihan. Apalagi isu sara sangat sensitif memantik emosi massa. Karena itu ia berharap paslon menjual program, serta visi dan misinya untuk meyakinkan pemilih, sekaligus sebagai ajang pendidikan politik bagi rakyat.

Selain itu para tokoh agama, LSM Masyarakat Sipil dan organisasi Kepemudaan menyampaikan pesan moral secara bergantian agar komitmen Pasangan calon untuk bertarung tanpa politik uang dan Sara itu tidak hanya ditingkat elite, tetapi harus ditularkan sampai ditingkat pemilih. Selain itu tokoh agama yang diwakili Vikjen Keuskupan Agung Kupang Rm.Leo Mali dan wakil Ketua MUI NTT Ir. Jalaludin Bethan   berharap agar pasangan calon dapat bertarung dengan program bukan uang dan Sara, karena NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi, sehingga keberagaman terjalin selamanya. Sedangkan pemilih pemula berharap para calon harus member tauladan dalam pertarungan dengan menjual program, agar suatu saat kaum muda menerima tanggungjawab menjadi pemimpin dapat menerima warisan sejarah yang baik.

Acara deklarasi Tolak dan lawan Politik uang dan Politisasi Sara Bawaslu NTT ditandai dengan pembacaan Ikrar Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi sara dilanjutkan dengan penandatanganan ikrar Deklarasi oleh Pasangan calon dan partai pendukung. Kegiatan deklarasi juga diramaikan dengan tarian Kataga asal Sumba. Sebelumnya Senin (12/2) Bawaslu NTT mengawasi kegiatan Rapat Pleno Penetapan Empat Pasangan Calon Gubernur NTT dan dilanjutkan dengan panarikan nomor undian Pasangan calon. Pasangan Esthon Foenay- Cristian Rotok urutan 1, Pasangan Marianus Sae- Emilia Nomleni nomor urut 2, Pasangan Benny Harman- benny Litelnoni, padangan Victor Laiskodat- Joseph Naesoi urutan 4. (din)       

Baharudin Hamzah,M.Si

Author :

Anggota Bawaslu NTT Kordiv Organisasi dan SDM 

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Hubungi Kami

Badan Pengawas Pemilu
Provinsi Nusa Tenggara Timur

Jalan Sam Ratulangi No.25a
Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Phone : (0380) 8430092

Website : bawaslu-ntt.go.id

Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Statistik Kunjungan

1.png3.png2.png8.png6.png8.png
Hari ini39
Minggu ini 169
Bulan ini3535
Total Kunjungan132868